Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Teori Arus Balik (Mengenang Pramoedya Ananta Toer)

Teori arus balik

 


Teori Arus Balik

(Mengenang Pramoedya Ananta Toer)


Pengalaman pribadi Pramoedya Ananta Toer (PAT) dapat menjadi sebuah teori sendiri. Sastra baginya adalah jalan kehidupan. Tak peduli jalan itu mengancam jiwanya. Bahkan, kedua telinganya tak mampu lagi mendengar karena hantaman ujung popor senjata. Secara guyon pada acara di UGM, Gus Dur secara guyon menyebutkan; "Yang satu nggak bisa mendengar dan yang satu nggak melihat." Dialog itu berharap akan ada hasil dari dua arah, namun yang diharapkan justeru "yang satu ke kanan dan yang satu ke kiri". Gus Dur diharapkan menjadi narasumber pembanding dalam acara yang menghadirkan PAT tersebut. Dan, secara tegas, Gus Dur bilang belum membaca karya-karya PAT. Dia memberi perspektif lain dari dialog hari itu.


Antara PAT dan Gus Dur memiliki visi yang sama tentang kemaritiman di Indonesia. Bagi Gus Dur, kemunduran maritim telah menyebabkan Indonesia sulit bangkit sebagai bangsa yang bermartabat. Ia menulis sebuah artikel yang menceritakan sebab-sebab kemunduran itu adalah akibat dari politik bumi hangus pelabuhan-pelabuhan sepanjang pantai pulau Jawa.


Sementara bagi PAT, "Arus Balik adalah sebuah ironi dan kritik yang menohok tentang hancurnya kekuatan maritim Nusantara yang pernah dicapai oleh Majapahit-Gajah Mada, yang disusul dengan kemunculan kerajaan-kerajaan Islam yang lebih kecil dan bertikai satu sama lain, sementara ancaman serbuan Portugis hanya tinggal menunggu waktu. Nusantara yang dahulu menyumbangkan banyak hal ke kawasan Atas Angin di utara, kini sebaliknya, makin kehilangan perannya. Arus berbalik dari utara ke selatan yang membuat kawasan selatan tidak banyak berkutik. Adalah Wiranggaleng, tokoh utama novel ini, pemuda kampung yang membunuh dan mengangkat dirinya sebagai Senapati Tuban yang baru, yang berjuang membuat perhitungan kepada Portugis di Melaka—dan kalah."


Post a Comment for "Teori Arus Balik (Mengenang Pramoedya Ananta Toer)"